Tuesday, 28 May 2013

Smile and Laugh

Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ishaq bin Manshur berkata: Ketika Khidir akan berpisah dengan Nabi Musa a.s. maka berkata Nabi Musa a.s.:
“Berilah nasihat kepadaku.”

    Khidir berkata: “Ya Musa, jangan banyak bicara dan jangan berjalan tanpa kepentingan dan janganlah tertawa tanpa sesuatu yang mentertawakan dan jangan menempelak orang yang salah dengan dosa kesalahannya dan menangislah atas dosa-dosamu sendiri, hai putera Imran.”

Jaafar bin Auf dari Mas’ud dari Auf bin Abdullah berkata:
“Biasa Nabi Muhammad SAW tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak menoleh kecuali dengan wajahnya. (Yakni tidak suka melerek).”

    Hadis ini menunjukkan bahawa senyum itu sunat dan tertawa bergelak-gelak itu makruh. Maka seharusnya orang yang sihat akal jangan gelak-gelak tertawa sebab banyak yang bergelak di dunia bererti akanbanyak menangis di akhirat. Allah SWT berfirman yang bermaksud:

    “Hendaklah kamu sedikit ketawa dan banyak menangis setelah menerima pembalasan dari amal perbuatan mereka.”

    Al-Hasan Basri berkata:
“Sungguh ajaib seseorang dapat tertawa pada hal di belakangnya ada Api Neraka dan orang yang bersuka-suka sedang di belakangnya maut.”

    Al-Hasan Basri bertemu dengan pemuda yang sedang tertawa , lalu ditanya:
“Hai anak muda, apakah engkau sudah menyeberang Shirath?”
    Jawabnya: “Belum.”

    “Lalu kerana apa engkau tertawa sedemikian itu?”

    Maka sejak itu pemuda itu tidak tertawa lagi. Nasihat Hasan meresap benar dalam hatinya sehingga ia bertaubat daripada tertawa.

Berdakwah yuk !

''Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran:104)

Itu tadi salah satu firman Allah SWT. tentang berdakwah. Kata dakwah tentu sudah familiar di telinga kita. Secara etimologis, kata “dakwah” berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti: panggilan, ajakan, dan seruan. Dakwah berarti mengajak umat Islam untuk menuruti segala perintah Allah. Sudah menjadi tugas manusia untuk menyampaikan saja, sedangkan masalah hasil akhir dari kegiatan dakwah diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Ia sajalah yang mampu memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada manusia, Rasulullah SAW sendiripun tidak mampu memberikan hidayahnya kepada orang yang dicintainya. Akan tetapi, sikap ini tidaklah berarti menafikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari kegiatan dakwah yang dilakukan. Dakwah, jika ingin berhasil dengan baik, haruslah memenuhi prinsip-prinsip manajerial yang terarah dan terpadu. Karena itu, sudah tidak pada tempatnya lagi kalau kita tetap mempertahankan kegiatan dakwah yang asal-asalan.

Betapa beruntungnya orang-orang yang mengajak kepada kebajikan. Sebagai generasi muda, sungguh disayangkan jika kita tidak belajar untuk berdakwah. Kenapa tidak? Apa karena malu? Ya akhi/ukti, kenapa harus malu jiak akan melakukan kebaikan. Maka, mulai sekarang mari kita perluas pengetahuan agama kita agar kita dapat mengajak orang lain untuk dekat dengan kebaikan. Namun, kita juga harus berhari-hati, jangan sembarangan menyerap ilmu yang kita tidak tahu dari mana dasarnya.

Mulailah dengan belajar dan mencari tahu. Hal ini perlu dilakukan jika kita ingin berdakwah. Lalu, awali dengan menerapkannya pada diri kita sendiri. Kemudian cobalah untuk saling mengingatkan orang terdekat kita, ini juga bisa disebut ajakan menuju hal yang diperintahkan Allah.

Berdakwah tidak harus di depan banyak orang. Berdakwah juga bisa dilakukan di segelintir orang muslim.

Muslimin dan muslimah, sekali lagi saya tekankan. Masih adakah alasan untuk kita menjauh dari perintah Allah?
Ingat, lakukanlah hal baik selama hidupmu, sebelum habis waktu itu.

-Peanut-

Monday, 20 May 2013

Manjada wa jadda

Dam hari ini aku terbangun dari lelapku.. Tak henti berdoa dan berharap akan keridhoan-Nya. Usaha lahiriah telah dimaksimalkan, dan usaha rohaniah tak dilupakan. Semoga Allah menjawab doaku dan temN teman.. Amin.

Guys. Sudah tak asing kita dengar salah satu Mahfudzot ini "Manjada wa jadda". Ya memang kalimat yang sederhana dan tak panjang. Namun, arti dari mahfudzot tersebut dapat mengobarkan semangat kita.
"Manjada wa jadda.
Barang siapa bersungguh-sungguh dia mendapatkannya."
Subhanallah..
Ya akhi ya ukhti. Dalam melakukan pekerjaan, baiknya kita tak melupakan kalimat ini. Ketika kita akan mencapai tujuan kita, maka yakinlah dan jangan sia-siakan waktumu. Maksimalkan setiap detil usahamu. Yakinlah bahwa usaha kerasmu saat ini dapat terbayarkan kelak.
Tinggikan semangatmu untuk berusaha. Dan jangan lupakan doa dan beribadah memohon keridhoan dari Allah atas apa yanh kau usahakan.
Insyaallah, bila kita memegang teguh mahfudzot ini, kita akan terpacu untuk terus berusaha dan usaha.

Saya mengetahui mahfudzot ini dari pelajar-pelajar pondok pesantren dan saya pahami melalui salah satu novel kisah nyata. Kemudian saya terapkan di kehidupan sehari-hari, Alhamdulillah satu persatu yg saya usahakan dapat tercapai.

Mari buka semangat baru dalam diri kita.
Manjada wa jadda! :)

Thursday, 16 May 2013

Kerudung Punuk Unta

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamualaikum Wr.Wb.
 Semakin lama perkembangan dunia fashion sudah semakin pesat. Banyak model-model berbusana yang lebih menarik dan indah dipandang. Bahkan dalam busana muslim juga tak kalah mengikuti perkembangan zaman. Dan sudah sering kita lihat wanita-wanita berjilbab dengan berbagai gaya. Namun tahukah anda? Bahwa ternyata ada hal yang harus diperhatikan dan kita perbaiki mengenai pemakaian jilbab di keseharian kita. 
Salah satunya adalah mengenakan jilbab dan diberi poncol, atau seperti tonjolan dibagian belakang kepala. Hal ini yang marak dilakukan oleh wanita-wanita berjilbab masa kini. Banyak dari mereka yang berpendapat memberi poncol itu agar terlihat lebih menarik. Atau sekedar untuk membuat lebih nyaman saat berjilbab, sebab rambutnya jadi tidak terurai dan tidak gerah. Namun, sesungguhnya hal itu dilarang menurut syariat Islam.
Rasulullah bersabda:
Dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu: “suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggaklenggok (jalannya), mengajarkan wanita berlenggaklenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya)” (HR. Muslim).
Yang dimaksud dari punuk unta itu adalah poncol yang sering diadakan ketika para wanita memakai jilbab. Baik itu poncol buatan atau poncol asli dari rambut kita. MEski kita hanya mengenakan ciput/pet yang diberi ponco palsu, itu tetap masih bisa disebut punuk unta. 
Mungkin beberapa dari kita banyak yang bertanya-tanya, lalu bagaimana caranya agar tak tampak apunuk unta tersebut? 
  1. Pakailah ciput/pet yang tidak terdapat poncol palsu. Gunakan yang datar dan simple.
  2. Jika anda memiliki rambut yang panjang, bisa dicoba untuk dikepang. Karena dikepak tak membuat rambut kita timbul dan memperlihat punuk unta. 
  3. Selain itu bisa juga denga dikucir di bawah dan di kesampingkan agar tak terlihat, atau juga dimasukkan ke baju agar tak tampak.
  4. Pilihan terakhir, bisa dengan menghindari tumbuhnya rambut panjang. Toh kita berjilbab jadi tak begitu penting juga bila kita memiliki rambut yang terlalu panjang. Lagipula rambut pendek malah lebih simple dan mudah diatur.
Baik, muslimah-muslimah. Masihkah anda akan memakai jilbab punuk unta? Ingin mengikuti syariat Islam atau mengikuti model? Yang jelas sebagai muslimah kita harusnya mengikuti aturan-aturan yang Allah berikan, agar kita dapat mencapai Surga yang sesunggunya kelak. :)
Wassalamualaikum Wr.Wb
-Peanut-

Saturday, 27 April 2013

Hard Sunday

Langit tampak cerah di hari Minggu ini..
Tak ada tanda akan warna abu2 di sana.
Dan ku awali Minggu ku dengan rasa manis yg kudapati dari Banana Roll.
Hemm.. Soo yummy.
Gulungan hijau berbalutkan coklat di kedua ujungnya, dan saat digigit terasa ada banana di dalamnya.. Dan di dalam banana itu masih terdapat coklat yg lembut ketika mengenai lidahmu.. Nyeesss..
"Banana Roll keindahan dunia yg menyatu di dalam mulut"

Namun, kegembiraan itu hanya sekejap. Tugas masih menumpuk bak sampah organik yg siap didaur ulang..
Dan Minggu ini ini mendadak kusam. Sekalipun dibersihkan dengan Ponds whitening cream berbahan emas perak permata.. Bagiku Minggu ini.. Arrrggghh!!

Saat ku buka laptop, tak juga ada yang berubah. Bukan ms. Word yg aku buka, melainkan My Computer»master E»Nitip Bray»Video. Yak. Aku malah nonton video.. Suju buahaha..
Oh No! Aku K-pop!?!! No I don't.
Oh krab.. Yes I love korea.

Hingga aku menulis post ini, tugasku belum juga tersentuh hahaha...

Ok. Enough! Time to take a bath.
Honestly, I hate this part.
Ok bye.

Thursday, 25 April 2013

26 April 2013

Dan 26 April 2013..
Hari pertamaku kembali ke halaman blog ku.
Bukan sesuatu yang menakjubkan setelah kejadian kala itu, hingga membuatku memutuskan tuk meninggalkan blog..
Tapi aku kembali.Dengan pribadi yang berbeda. Namun tetap pada hati yang sama..

Langit hari ini, cerah..
Semoga hingga akhir hariku nanti, akan tetap cerah..dan cerah.

-Peanut-